Data Tentang Bangsa Nusantara

  • DATA GEOGRAFI
Nusantara menurut teori terletak diantara 3 lempeng dunia yang potensial menimbulkan tekanan sangat besar pada lapisan kulit bumi. Hasilnya membentuk hamparan luas yang dikenal sebagai Paparan Benua Sunda yang pada mas purbakala disebut sebagai Swetadwipa atau Lumeria dengan barisan gunung berapi dan pegunungan yang panjang. Pada zaman Glacial Wurm atau Zaman Es akhir (sekitar 500.000 tahun silam) Es dari kutub utara dan kutub selatan mencair sehingga air laut naik menenggelamkan hamparan benua sunda, menyisakan dataran tinggi dan puncak-puncak gunung vulkanis, belakangan sisa-sisa dataran yang tidak tenggelam tersebut dikenal dengan nama Nusantara.
  • ETNIK PENGHUNI
Dalam kajian antropologi ragawi, bangsa Nusantara memiliki sejarah yang sangat panjang. Mulai dari ditemukanya fosil manusia purba yang disebut Phitecantrophus Erectus oleh Eugene Dobuis disusul dengan temuan Homo Mojokertensis, Meganthropus Paleojavanicus, Homo Soloensis hingga Homo Wajakensis menunjukan rentang waktu antara 1.000.000 sampai 12.000 tahun silam Nusantara telah dihuni manusia. namun menurut Harry Widianto dalam bukunya Mata Rantai Itu Masih Terputus Homo Sapiens yang muncul di bumi sejak 40.000 tahun lalu sangat berbeda dengan Homo Erectus yang hidup antara 300.000-200.000 tahun lalu. Disimpulkan bahwa Homo Sapien bukanlah perkembangan Evolutif dari Homo Erectus.
Menurut data lembaga Eijkman, Homo Erectus yang menghuni Nusantara antara 1.000.000 sampai 100.000 tahun lalau telah punah, yang kemudian menghuni kepulauan Nusantara adalah Homo Erectus (nenek moyang ras Melanesia) yang bermigrasi dari Afrika sekitar 70.000 - 60.000 tahun lalu dan Homo Sapiens asal Asia (nenek moyang ras Austronesia) yang datang sekitar 50.000-40.000 tahun lalu.
  • Ciri ras Melanesia dari Afrika
  1. - Kulit hitam
  2. - Rambur keriting
  3. - Mata lebar
  4. - Hidung besar 

  • Ciri ras Austronesia
  1. - Kulit kuning
  2. - Rambur lurus
  3. - Mata sipit
  4. - Hidung kecil

Sebagian manusia dari ras Melanesia telah sampai di kepulauan sebelah barat Nusantara seperti irian, Papua, Nugini, sampai Australia, Sebagian lagi masih bertahan di wilayah timur dan berbaur dengan ras baru yaitu Austronesia, Kedua ras tersebut berbaur dalam satu populasi di Nusantara, keturunan campuran dari kedua ras tersebut menghasilkan ras baru yang disebut Melanesia-Austronesia (Mel-Au/Melayu)


ras baru inilah yang menghuni wilayah Nusatenggara, Maluku, dan Timur Leste. Ciri-ciri fisik dari ras campuran ini adalah perpaduan dari kedua ras induknya.
  1. - Kulit tidak hitam-tidak kuning
  2. - Rambut tidak keriting-tidak lurus
  3. - Mata tidak lebar-tidak sipit
  4. - Hidung tidak besar-tidak kecil
Di sisi lain ras Melanesia juga berbaur dengan ras Australoid (ras campuran dari Austranesia & Mongoloid) dari wilayah China selatan, mereka berbaur dalam satu populasi dan menghasilkan keturunan baru yaitu ras Australo-Melanesia dengan ciri-ciri fisik turunan dari tiga ras indukyna (Austronesia-Mongoloid-melanesia) sehingga ciri khas dari masing2 ras tidak terlalu kuat. ras baru ini menyebar di sebagian besar wilayah Asia tenggara, yang kemudian disebut Ras Proto Melayu / Melayu Kuno. Beberapa suku di Nusantara sebagai bukti penyebaran ras Proto melayu ini adalah :
  1. - suku Bontoc di Igorot Filipina
  2. - suku Tayal di Taiwan
  3. - suku Toraja di Sulawesi
  4. - suku Batak dan Ranau di Sumatra
  5. - suku Wajo yang menyebar dari kepulauan Lingga hingga Cebu di Filipina
  6. - suku Meo dan Karen di sekitar Burma dan Thailand
Mengikuti perkembangan ras Proto Melayu yaitu ras Deutro Melayu/Melayu Baru yang menyebar di Nusantara, diantara suku-suku yang termasuk ras Deutro Melayu ini adalah Jawa, Madura, Bali, Aceh, Bugis, Minagkabau, dan Sunda
Ciri yang khas dari ras Proto Melayu dan Deutro melayu yang diturunkan dari nenek moyangnya ras Mongoloid adalah tanda bercak berwarna biru/hijau pada punggung Bayi. Bila ada bayi terlahir dengan bercak biru/hijau pada punggungnya itu menandakan bahwa bayi tersebut adalah keturunan ras Mongoloid.


Ditulis ulang hasil kajian Pesantren Ramadhan
Di Pon-Pes Tarbiyyatul Arifin, Malang
Disertai kutipan Buku Atlas Wali Songo Karangan K.Ng.H.Agus Sunyoto
Back to top
klik tombol refresh dibawah kolom chatting
bila pesan tidak muncul secara otomatis
 
cbox
close

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *


Supported by : Copyright © Emisson Corp | HaKa |
Hak Cipta dilindungi Undang Undang |
Proudly powered by Blogger |